PBSI Perjelas Cedera Bellaetrix Manuputty

Ngebet77 pada kesempatan kali ini akan kami hadirkan kembali ke hadapan anda semua sebuah berita yang akan membahas tentang PBSI Perjelas Cedera Bellaetrix Manuputty. Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memperjelas informasi terkait berita operasi yang dilakoni atlit bulu tangkis tunggal putri Bellaetrix Manuputty. Bella, mendapati cedera saat melawan Li Xuerui wakil China di Piala Sudirman pada Mei 2015. Usai pertandingan yang digelar di Dongguan, China, Bella langsung memperoleh perawatan dari dokter PBSI, dr.Michael Triangto dan ahli ortopedi, dr. Nicholaas Budhiparma SpOt, FICS. Usai dilakukan tindakan MRI (Magnetic Resonance Imaging), atlit kelahiran 11 oktober 1988 tersebut dinyatakan mendapati cedera lutut kiridan diminta menjalani Exercise Therapy.

PBSI Perjelas Cedera Bellaetrix Manuputty

Tapi, jika Exercise Therapy tersebut tak berbuah hasil seperti yang diinginkan, maka bakal dilakukan operasi. Kemudian, Bella pun disarankan untuk melakukan program Exercise Therapy yang telah dibuat PBSI. Pada dasarnya PBSI memiliki kebijakan untuk memperhatikan seluruh atlet terlebih yang berada di Pelatnas, yang kerap bertanding demi mengharumkan nama Indonesia. Sayangnya, menurut dr. Michael, Bella tak mengalami kemajuan yang diinginkan. Ia pun dimintai untuk menjumpai psikiater untuk memperkokoh komitmennya dalam program penyembuhan. Dikutip Badmintonindonesia, Selasa (14/6/2016) dr Michael, untuk memperoleh hasil yang diharapkan, program exercise therapy harus dijalankan secara untuk oleh seorang atlit, dan dalam hal ini Bella belum melakukan programnya sampai rampung.

Hal yang sama terjadi saat Bella menjalani Program exercise therapy di Institusi yang lain. Pasalnya, saya tak menyarankan Bella untuk menjalani operasi sebab operasi adalah sebuah pilihan yang memungkinkan untuk dijalani, jika program exercise therapy sudah dijalankan secara utuh tapi tak membuahkan hasil seperti yang diinginkan. Bella tak mampu berkomitmen dengan program exercise therapy yang telah ditentukan, programnya tak pernah rampung. Di sini saya melihat rupanya ada masalah dalam dirinya. Untuk itu saya rekomendasikan Bella menjumpai psikiater, dengan misi memperkokoh komitmen dan rasa yakin untuk dapat sembuh total.